Pemerintah Desa Kelakik menunjukkan komitmennya dalam upaya pencegahan stunting melalui pelaksanaan Musyawarah Desa (Musdes) Rembug Stunting Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar pada Jumat, 17 Juli 2026, di Kantor Desa Kelakik, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi.
Musdes Rembug Stunting Kelakik menjadi forum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah desa dan seluruh unsur terkait dalam merencanakan langkah pencegahan stunting yang berkelanjutan. Kegiatan Musdes ini dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kecamatan Nanga Pinoh, tokoh masyarakat, tokoh agama, Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Tenaga Pendamping Profesional Desa.
Kepala Desa Kelakik, Maman Rahmad, menegaskan bahwa Pemerintah Desa Kelakik mendukung penuh program penanggulangan stunting. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengalokasian anggaran desa yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan desa agar program dapat berjalan secara berkesinambungan.
Menurut Maman Rahmad, berdasarkan kondisi yang dipantau saat ini, bayi dan balita di Desa Kelakik masih berada dalam kategori aman dari stunting. Meski demikian, terdapat beberapa anak yang kondisinya mendekati kategori tersebut sehingga tetap memerlukan perhatian dan pemantauan secara berkala.
“Untuk anak-anak bayi balita di Kelakik masih aman dari stunting walaupun masih ada beberapa anak yang mendekati. Namun terkadang hasil timbangan setiap bulannya berubah-ubah atau tidak stabil. Program pemerintah desa dalam menanggulangi hal itu adalah dengan memberikan bantuan makanan tambahan yang bergizi kepada setiap anak yang datang ke Posyandu,” ujar Maman Rahmad.
Ia menjelaskan bahwa pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi menjadi salah satu langkah nyata pemerintah desa untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi bayi dan balita. Program tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Posyandu sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak dapat dipantau secara rutin setiap bulan.
Melalui Musdes Rembug Stunting Tahun 2026 ini, Pemerintah Desa Kelakik berharap kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen desa dapat terus diperkuat. Dengan kerja sama tersebut, upaya pencegahan stunting di Desa Kelakik diharapkan dapat berjalan secara optimal dan mempertahankan kondisi balita agar tetap sehat serta tumbuh sesuai usianya.


